Houdini (1998, TV)

(*)

pos_houdiniHoudini
| General | TV | biography | no subtitle |
Director:     Pen Densham
Writer:        Pen Densham
Release:      1998
Duration:   1:34:20 (23.976 fps)
Language:  English
Country:    USA

Sebuah film televisi tentang pesulap legendaris Harry Houdini (Johnathon Schaech). Dikisahkan bagaimana Eric dan Theo Weiss, dua pemuda kakak beradik dari keluarga migran miskin di New York, mengawali karir di dunia ilusi dengan bermodalkan sebuah buku sulap karangan seorang pesulap Perancis bernama Robert Houdin (yang namanya kemudian mereka gunakan sebagai trademark karena dianggap lebih menjual).

Dengan cara flashback, film ini bercerita tentang Eric (yang kemudian dikenal sebagai Harry Houdini): perjalanan karir sulapnya, kerenggangannya dengan Theo sang adik, juga ikatan batinnya dengan sang isteri  Bess Houdini (Stacy Edwards).

A TV movie about Harry Houdini (Johnathon Schaech). Having read a book by Robert Houdin (a French magician), two poor migrant brothers—Eric (Schaech) and Theo Weiss, embark on a new journey as magicians, using the name Houdini (from the French magician), considering it being more commercially promising.

With flashbacks, this flick tells about Eric (later known as Harry Houdini): his magician career, his relationship with his brother Theo, and his bound with his wife Bess (Stacy Edwards).

+++
Ilusi yang menghibur, bukan menipu

capt_houdiniSatu lagi film tentang Houdini, pesulap legandaris yang paling dikenal karena kemampuannya dalam melepaskan diri dari belenggu. Dalam film yang berdurasi sekitar satu setengah jam ini kita bisa melongok ke dalam kehidupan sang legenda, di atas atau di balik panggung.

Meski sebagai sebuah biografi akurasinya agak diragukan (para penggemar Houdini mengklaim menemukan banyak ketidaksesuain di sana-sini), sebagai sebuah sajian (hiburan) bagaimanapun film ini mempunyai nilai tersendiri, bukan karena atraksi sulapnya, akan tetapi lebih kepada perkembangan sikap Houdini tentang esensi (atraksi) ilusi itu sendiri. Sebagai orang yang percaya bahwa sebuah sajian ilusi adalah sebuah hiburan, Houdini sangat kesal terhadap mereka yang menyalahgunakannya sebagai sarana untuk memperdayai orang lain, dan kemudian ‘menyatakan  perang’ terhadap para paranormal gadungan, yang menurutnya adalah orang-orang yang mengejar pencapaian sosial dengan cara memanipulasi harapan orang lain.

*****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s