A Time to Kill (1996)

(**)

pos_atimetokillA Time to Kill
| General | racism | for racism |
Director:     Joel Schumacher
Writer:        Akiva Goldsman
Release:      1996
Duration:   2:23:30 (25.000 fps)
Language:  English
Country:    USA

Seorang kulit hitam, Carl Lee Hailey (Samuel L. Jackson), menghadapi tuntutan hukuman mati karena membunuh dua orang warga kulit putih, yang telah memperkosa dan kemudian membunuh anaknya.

Dengan hakim dan tim juri yang semuanya kulit putih dan tampak ingin segera dirinya dieksekusi, serta dengan tokoh-tokoh dari kalangan kulit hitam sendiri yang tak lebih dari orang-orang korup yang justru berusaha menggunakan kasusnya sebagai sarana mencari keuntungan pribadi, nasib Carl Lee Hailey benar-benar ditentukan oleh tim pembelanya yang terdiri dari: seorang pengacara yang sedang tidak begitu percaya diri (Matthew McConaughey), rekan kerjanya yang sulit konsentrasi jika ada wanita menarik, seorang asisten cantik yang belum berpengalaman dan masih kolokan, serta seorang mentor yang lebih sering mabuk—yang semuanya kulit putih.

A black man, Carl Lee Hailey (Samuel L. Jackson), is facing a death sentence for killing two [white] people, who have raped and murdered his daughter.

With the judge and jury (all white) seem having an itch to have him executed and the (so-called) prominent figures among the black people seem eager to use his case to furnish their own interests, Hailey’s last stand seems to be in the hands of a very limited people: a lawyer who is having a confidence problems (Matthew McConaughey), his coworker who gets distracted easily by women, an inexperienced-pretty-young daddy’s-girl assistant, and a drunk mentor—all white.

+++
Keadilan, seperti kebenaran, ada di dalam pikiran

capt_atimetokillMenyampaikan perkara sensitif (rasisme) dengan elegan tetapi gamblang (dan jujur). Aspek terkuat film ini mungkin ada pada ‘gugatan’-nya tentang persepsi. Bahwa sesungguhnya semua orang, siapa pun,  mempunyai kecenderungan untuk menjadi subjektif. Dan bahwa kita perlu mengenali serta mengakui hal itu, jika ingin bersikap lebih objektif.

Kredit khusus rasanya perlu diberikan kepada sang sutradara (Schumacher), karena ini adalah salah satu film (dengan asumsi ada yang lainnya) di mana Sandra Bullock menunjukkan kemampuan aktingnya, bahkan saat tanpa berkata-kata.

*****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s