A Time to Kill (1996)

(**)

pos_atimetokillA Time to Kill
| General | racism | for racism |
Director:     Joel Schumacher
Writer:        Akiva Goldsman
Release:      1996
Duration:   2:23:30 (25.000 fps)
Language:  English
Country:    USA

Seorang kulit hitam, Carl Lee Hailey (Samuel L. Jackson), menghadapi tuntutan hukuman mati karena membunuh dua orang warga kulit putih, yang telah memperkosa dan kemudian membunuh anaknya.

Dengan hakim dan tim juri yang semuanya kulit putih dan tampak ingin segera dirinya dieksekusi, serta dengan tokoh-tokoh dari kalangan kulit hitam sendiri yang tak lebih dari orang-orang korup yang justru berusaha menggunakan kasusnya sebagai sarana mencari keuntungan pribadi, nasib Carl Lee Hailey benar-benar ditentukan oleh tim pembelanya yang terdiri dari: seorang pengacara yang sedang tidak begitu percaya diri (Matthew McConaughey), rekan kerjanya yang sulit konsentrasi jika ada wanita menarik, seorang asisten cantik yang belum berpengalaman dan masih kolokan, serta seorang mentor yang lebih sering mabuk—yang semuanya kulit putih.

A black man, Carl Lee Hailey (Samuel L. Jackson), is facing a death sentence for killing two [white] people, who have raped and murdered his daughter.

With the judge and jury (all white) seem having an itch to have him executed and the (so-called) prominent figures among the black people seem eager to use his case to furnish their own interests, Hailey’s last stand seems to be in the hands of a very limited people: a lawyer who is having a confidence problems (Matthew McConaughey), his coworker who gets distracted easily by women, an inexperienced-pretty-young daddy’s-girl assistant, and a drunk mentor—all white.

+++
Keadilan, seperti kebenaran, ada di dalam pikiran

Continue reading

Lisztomania (1975)

(*)

pos_lisztomaniaLisztomania
| General | art house | musical | no subtitle | █ for phallus and sheer insanity |
Director:     Ken Russell
Writer:        Ken Russell
Release:      1975
Duration:   1:41:15 (25.000 fps)
Language:   English
Country:     UK

Lisztomania (istilah ini awalnya dikemukakan oleh Heinrich Heine, tokoh literatur Jerman, untuk merujuk kepada ‘kegilaan’ audiens–utamanya kaum hawa, pada konser-konser Franz Liszt, seorang bintang pop-klasik) adalah film art house tentang Liszt (Roger Daltrey): hingar-bingar panggung, kehidupan pribadi, kejeniusan, juga ketakutan-ketakutannya. Diawali dengan hal-hal yang wajar (atau agak wajar), cerita semakin lama semakin ramai dengan hiruk-pikuk ‘kegilaan’.

Untuk sebagian orang, beberapa bagian film ini mungkin akan terasa ofensif.

Lisztomania (coined by Heinrich Heine, a German literary figure, to depict audience insanity toward Franz Liszt’s deft fingers on the piano) is a story about Liszt (Roger Daltrey): his on/off stage life, his brilliance, and his fears. Starting with some pretty common (in a way) things, the movie then keeps shifting—from one madness to another.

This movie is not for everybody. Definitely.

+++
Bahasa Kegilaan para Jenius (heavy spoilers!!)

Continue reading