Okuribito (2008)

(*)

pos_okuribitoOkuribito (Departures)
| General | (fading) culture | nokanshi |
Director:     Yōjirō Takita
Writer:        Kundô Koyama
Release:      2008
Duration:   2:10:22 (23.976 fps)
Language:   Japanese
Country:     Japan

Sesaat setelah orkestra tempatnya bernaung bubar, Daigo Kobayashi (Masahiro Motoki)—pemain celo yang tekun tetapi sepertinya agak medioker itu, memutuskan kembali ke kampung halaman bersama isterinya untuk memulai segala sesuatunya dari awal. Memenuhi panggilan iklan lowongan kerja dari sebuah ‘biro pemberangkatan’, ia mendapati itu tak lebih daripada pekerjaan mendandani mayat—sebelum akhirnya dibakar (dikremasi).

Meski secara sosial profesinya tidak terlalu dihargai, kesungguhan Daigo dalam menjalani segala apa yang dilakukannya lambat-laun membuat orang mau tak mau menaruh hormat—termasuk mereka yang dulu mencela pilihan pekerjaannya.

When the orchestra he plays disbands, the devoted yet somewhat mediocre cellist Daigo Kobayashi (Masahiro Motoki) decides to get back to his hometown with his wife to start things over. Responding to an ad about some ‘departure agency’, he finds it being none other than decorating dead bodies (that is, a farewell)—before being sent for cremation.

Daigo’s wholeheartedness on what he is doing finally gains him respect—from others who first despise his job, as well as from himself.

+++
Cinta sang Petugas Pemberangkatan (spoilers!!)

Continue reading

Advertisements

Opera Jawa (2006)

(**)

pos_ojOpera Jawa (Requiem from Java)
| General | art house | culture | musical | ethnic dance
Director:     Garin Nugroho
Writers:      Armantono, Garin Nugroho
Release:      2006 (Yogya)
Duration:   1:55:27 (25.000 fps)
Language:  Indonesian
Country:    Indonesia / Austria

Setyo (Martinus Miroto) dan Siti (Artika Sari Devi) adalah pasangan suami-istri muda pengrajin/pengusaha gerabah di ambang bangkrut dengan problem rumah-tangga yang klasik: komunikasi. Sikap penuh tanggung jawab Setyo sebagai pencari nafkah justru sering membuat Siti merasa terabaikan. Singkatnya, Siti kesepian. Alienasi antar keduanya diperparah dengan hadirnya Ludiro (Eko Supriyanto), sosok manja dari keluarga saudagar yang segala keinginannya biasa terturuti.

Disajikan dalam paduan bahasa gerak yang eksotis dan tembang Jawa serta tebaran seni instalasi kontemporer di sana-sini, film musikal dengan warna kultural yang kental ini mengisahkan upaya Setyo dan Ludiro dalam memperebutkan cinta Siti.

Karya art house dengan visual yang colorful ini diperkuat oleh karakterisasi yang mengena dari para pendukung utamanya:

  • Sukesi (Retno Maruti), ibu Ludiro
  • Sura ( I Nyoman Sura), orang kepercayaan Setyo untuk urusan ‘dalam negeri’
  • Anom (Jecko Siompo Pui), sosok kepercayaan Setyo untuk urusan ‘luar negeri’, dan
  • figur penyampai kisah yang anonim (Slamet Gundono)

Setyo (Martinus Miroto) and Siti (Artika Sari Dewi) are young married couple with a classic domestic issue: communication. With their earthenware business comes close to going bankrupt, Setyo’s ever deter-
mined efforts to make ends meet often make Siti feels lonely. Their alienation to each other is worsened by the presence of Ludiro (Eko Supriyanto), a spoiled char-
acter from the local wealthy family who is used to having all his wishes granted.

In the spirit of the (Javanese) Ramayana epic, the story tells about what it takes to win Siti’s heart.
(This storyline has been sent to imdb.com under an alias)

Supporting artists:

– Sukesi (Retno Maruti), Ludior’s mother
– Sura (I Nyoman Sura), Setyo’s man
– Anom (Jecko Siompo Pui), Setyo’s man
– the storyteller (Slamet Gundono)

*****

+++